Kamis, 04 April 2013

sejarah pemikiran ekonomi



Alasan pentingnya mempelajari Sejarah Pemikiran Ekonomi
· Supaya pembuat kebijakan kita tidak mengulang kesalahan di masa lalu
· Supaya kita tahu apa yang dilakukan oleh ahli ekonomi ketika menghadapi suatu permasalahan ekonomi, kebaikan dan kelemahan dari tiap pendekatan yang digunakan. Semua itu diperlukan sebagai dasar mengambil keputusan dalam menghadapi masalah ekonomi
· Supaya kita memahami mana pemikiran/perspektif yang sifatnya penting untuk sementara atau penting untuk sementara

B. Pemikiran Masa Praklasik (Pemikiran Yunani Kuno, Skolastik, Merkantilisme, Physiokrat)
v Markentalis
Menurut paham ini, tiap Negara yang berkeinginan untuk maju hrs melakukan perdagangan dengan Negara lain.
Markentalis percaya bahwa dunia adalah staknan and kekayaannya tetap. Sehingga suatu bangsa hanya bisa berkembang dengan mengorbankan Negara lain yang konsekuansinya mereka menciptakan monopoli yang disahkan pemerintah. Menurutnya kekayan hanya berbantuk uang yang waktu itu adalah emas.
Tokoh-tokoh dari masa ini yaitu:
a. Jean Boudin: bertambahnya uang yang diperoleh dari perdagangan luar negeri dpt menyebabkan naiknya harga brng2.
b. Irving Fisher: mengembankan teori kuantitas pemikiran boudin
c. Thomas mun: nilai ekspor harus lebih besar adri nilai impor
d. Jean Babtis Colbert:
e. Sir William Petty: labor this father and active principle of wealth as lands are the mother dan uang hanya diperlukan dalam jumlah secukupnya.
f. David Hume: membicarakan ttg harga yg sebagian deperbaharui oleh jumlah barang dan sebagian oleh jumlah uang
v Skolastik
Ciri utama aliran pemikiran ini adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dgn masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Tokoh utama masa ini yaitu St. albertus Magnus berpandangan bahwa harga adil dan pantas yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya dengan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan barang tsb. dan St. Thomas Aquenas yang berpendapat bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil sebab sama artinya dengan menjual sesatu yang tidak ada.
v Physiokrat
Kaum ini menganggap suber kekayaan suatu Negara adalah sumberdaya alam. Mereka tdk menyukai campur tangan pemerintah dlm perekonomian. Tokoh utama aliran ini adalah Francis Quesney. Ia membagi masyarakat dalam 4 golongan yaitu:
a. Kelas masyarakat produktif (bidang pertanian dan pertambangan)
b. Kelas tuan tanah
c. Kelas yang tidak produktif (saudagar dan pengrajin)
d. Kelas buruh


C. Pemikiran Klasik Adam Smith
Dalam bukunya Smith menggaris bawahi tiga karakteristik dari system atau model klasik, yaitu:
· Kebebasan: hak untuk memproduksi dan menukar (memperdagangkan) produk, tenaga kerja dan capital
· Kepentingan diri: hak seseorang untuk melakukan usaha sendiri dan membantu kepentingan orang lain.
· Persaingan: hak untuk bersaing dalam produksi dan perdagangan barang dan jasa.
Smith mengatakan bahwa ketiga unsure ini akan menghasilkan “harmoni alamiah” dari kepentingan antar buruh, pemilik tanah dan kapitalis.
Pada 9 Maret 1976, penerbit dari London William Strahan dan Thomas Cadell meluncurkan dua jilid buku berjudul “ An Inquari Into the nature and causes of the wealth nations” yang tebalnya dari 1000 halaman karangan Dr. Mit Wicaksono seorang professor pendiam dan linglung yang mengajar filsafat moral di Universitas Glasgow. Buku ini menawarkan resep untuk membebaskan kelas pekerja dari dunia Hobbesian yang membosankan.
Smith menciptakan istila “kebebasan alamiah” yang mencakup hak untuk mendapatkan upah sesuai dengan kemampuan pasar dan hak untuk menabung, berinvestasi, dan mengumpulkan modal tanpa pembatasan pemerintah. Hal ini merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi. Kebebasan lamiah tidak berarti seseorang dapat berperilaku serakah karena setiap orang pasti mempunyai kesempatan untuk membantu sodaranya.
Empat perinsip umum dari modal ekonomiklasik Adam Smith:
1. Penghematan, kerja keras, kepentingan diri yang baik, dan kedermawanan terhadap orang lain adalah kebajikan dan karena itu harus didukung.
2. Pemerintah harus membatsai kegiatannya pada pengaturan keadilan, memprkuat hak millik privat, dan memperthankan Negara dari serangan asing.
3. Di bidang ekonomi, Negara harus mengadopsi kebijan Laizes Faire noninterfansi (perdagangan bebas, pajak rendah, birokrasi minimal dan sebagainya)
4. Standar klasik emas/perak akan mencega Negara mendepresisasi mata uang dan akan menghasilkan lingkungan moneter yang stabil dimana ekonomi bisa berkembang.


D. Pemikiran Tokoh-Tokoh Klasik Lainnya (J.B. Say, Thomas Robert Malthus, David Ricardo, J.S. Mill)
Dasar filsafat; perekonomian yang didasarkan pada sistem bebas berusaha (Laissez Faire) adalah self-regulating, artinya mempunyai kemampuan untuk kembali ke posisi keseimbangan secara otomatis. Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam perekonomian
1. J.B. Say
J.b. say lahir di Lyon, Prancis pada tahun 1767, dan meninggal pada tahun 1832. Dia berasal dari keluarga protestan di Prancis Selatan. Pada tahun 1799 dia menjadi anggota Tribunat Napoleon. Akan tetapi Napoleon adalah diktatot yang haus kekuasaaan da menentang kebijakan laissez faire sehingga Napoleon mengeluarkan Say dari Tribunat
Say adalah pendukung Smith tentang sistempersaingan ekonomi, kebebasan alamiah, dan pembatasan campurtangan pemerintah. Dia juga pembela kapitalisme laissez faire yang gigih.
Analisnya lebih mendalam daripada smith dan Ricardo dan ia membangun landasan baru dalam ekonomikalisk di empat bidang, yaitu
· Menyusun pengujian teori dengan fakta dan obeservasi
· Menyusun teori utilitassubjektif sebagai pengganti teori nilai kerja
· Gagasan tentang peran vital entrepreneur
· Hukum pasar Say, yang menjadi landasan model makro dalam fluktuasi bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
Hukum pasar Say sering dikutip sebagai “penawaran menciptakan permintaanya sendiri”, namun Keynes berfikiran “bukankah permintaan yang menciptakan penawaran”
Ringkasan Hukum Say
· Sebuah Negara tidak bisa punya terlalu banyak capital
· Investasi adalah basis pertumbuhan ekonomi
· Konsumsi bukan hanya tidak menambah kekayan akan tetapi bahkan juga akan menghambat penambahan kekayaan
· Permintaaan disebabkan oleh produksi
· Kekurangan permintaan (yakni over produksi) bukan penyebab gangguan perekonomian. Gangguan dala perekonomian mincul hanya jika barang dalam proporsi yang tepat satu sama lain.

2. Thomas Robert Malthus
Pada 1798, Malthus mempublikasikan karyanya tanpa mancantumkan namanya, yang berjudul Essey on Population yang pada intinya mengatakan bahwa sumber daya bumi tidak bisa mengimbangi kebutuhan populasi yang terus bertambah. Malthus bersama kawan karibnya Ricardo, mengaskan bahwa tekanan terhadap sumberdaya yang terbatas akan selalu membuat manusia berada di garis kemiskinan. Dengan begitu, Malthus dan David Ricardo memlaikkan ekonomi Smithan yang cerah, meskipun mereka berdua pendukung kebijakan laissez faire Smith.
Malthus mempengaruhi pemikiran modern:
· Dia dianggap sebagai pendiri studi demografi dan populasi. (inggris melakukan sensus pertamnya pada 1801, akibat dari pengaruh studi Malthus)
· Dia dianggap sebagai guru perekayasa soisal yang mendukung control populasi dan batas pertumbuhan ekonomi
· Esseinya tentang populasi memperkuat pandangan muram dan fatalistic dari banyak ilmuan dan pemburu social, yang meramalkan akan muncul kemiskinan, kematian, penderitaan, peran dan kerusakam lingkungan sebagai akibat sumberdaya oleh populasi.
· Dia mengilhami teori evolusi Darwin
· Karya utamanya sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi makro John Maynard Kaynes yang didasarkan pada gagasan bahwa daur hidup bisnis didasarkan oleh perubahan dalam permintaan efektif total oleh konsumen dan investor
· Pesimisme Malthus dan Ricardo membuat ilmu ekonomi di cap sebagai ilmu yang muram
Dua hukum alam Malthus yang terkenal yaitu, pertama, populasi cenderung bertambah menurut deret ukur (secara geometris) (1,2,4,8,16,32,…). Kedua, produksi makanan (sumberdaya alam) cenderung bertambah menurut deret hitung (secara aritmatika) (1,2,3,4,5,…).
Hukum alam kedua Malthus adalah “subsistensi meningkat hanya dalam rasio aritmatika”. Pendapat ini tampak meragukan, atau bahkan keliru. Baik tumbuhan dan hewan jauh lebih subur dari manusia. Namun Malthus hanya menaggapinya dengan berkata “alam menyebarkan benih kehidupan seluas-luasnya dan sebabas-bebasnya tetapu alam tidak cukup ruang dan gizi untuk membesarkan benih itu.
Sumber daya alam yang cenderung “terus-menerus berkurang” ini sekarang ini dikenal sebagai hukum pendapatan yang menurun. Malthus dianggap ekonom pertama yang mengembangkan konsep penting dalam ilmu ekonomi ini. Dia mengacu pada fakta bahwa saat seseorang menambahakan lebih banyak capital atau tenaga kerja pada suatu tanah dengan luas tertentu, maka penambahan produksi atau outputnya akan semakin melambat.

3. David Ricardo
Ricardo bersama Malthus megembangkan hukum pendapatan yang menurun atau berkurang. Ricardo mengembangkan hukum ini pada 1815 dalam bukunya berjudul Essey on the Influence of Low price of Corn on the profits of Stock. Dalam pengembangan “jagung” ini, Ricardo menggunakan sejunlah asumsi sederhana. Pertama, dia mengasumsikan satu pertanian besar memproduksi jagung (corn). Kedua dia mengasumsikan upah tetap riil konstan (setelah inflasi) berada pada level subsistem, berdasarkan “hukum besi upah” yang dianut oleh Malthus dan Ricardo. Ketiga, dia mengasumsikan capital tetap, satu sekop pekerja untuk memproduksi hasil jagung
Dalam bunya, Ricardo mengemukaan beberapa teori yaitu:
· Teori land rent
· Labor theory of value
· Natural wages/iron law wages
· Comparative adventage
Ricardo mengemukakan salah satu hukum terbesar dalam ilmu ekonomi, keuintungan komparatif yang menjadi pukulan telak bagi proteksionisme. Walaupun Ricardo mendukung perdagangan bebas semasa perdebata Corn Law pada 1813-1815, tetapi kontribusinya yang terpenting untuk perdagangan bebas muncul beberapa tahun kemudian ketika dia mengembangkan hukum hukum komparatif di BAB VII dari Principle.
Hukum ini menyatakan bahwa perdagangan bebas akan menguntungkan kedua belah pihak, dan yang paling mengejutkan adalah perdaganganbebas akan membuat satu Negara melakukan spesialissasi meskipun satu Negara memiliki keuntungn absolute dalam produk tertentu.
Dia menggunakan contoh yang sangat sederhana. Misalkan untuk mremproduksi satu pakaian Inggris, memerlukan 50 pekerja sedangkan Portugal 25 pekerja. Dilain pihak, untuk produk anggur Portugal membutuhkan jumlah yang sama, uyaki 25 sedangkan Inggris membutuhkan 200.

Seperti diliahat, Portugal memiliki keunggulan absolute dalam produksi dua barang. Tapi Ricaro menunjukkan bahwa spesialisasi dan perdagangan adalah menguntungkan.
Misalkan Portugal mengambil 25 pekerja dari produksi pakaian dan mempekerjakannya pada produksi anggur. Hasilnya akan manaikkansatu unit anggur dan menurunkan satui unit pakaian di Portugal. Jika pada saat yang sama Inggris mengambil 100 pekerjka dari produksi anggur dan mempekerjakannya untuk membuat pakaian, maka Inggris akan menambah dua unit pakaian dan kehilangan setengah unit anggur.
Jika kita menjumlah total output kedua Negara setelah spesialisasi ini dilakukan, kita akan sampai pada kesimpulan yang mengherankan: aka nada tambahan satu unit pakaian dan setengah unit anggur yang diproduksi dalam agregat sebagai hasil dari perdagangan.
Ricardo sependapat dengan Smith bahwa Labor memegang peranan penting dalam perekonomian, perbedaannya adalah dalam penekanan, Smith lebih menekankan masalah kemakmuran bangsa dan pertumbuhan sedang Ricardo lebih memperhatikan masalah pemerataan pendakatan diantara berbagai golongan dalam masyaraklat.

4. J.S. Mill
Bukunya Principle of Political Economy menyatakan bahwa hukum produksi ditetapkan secara objektif namun hukum distribusi adalah variable. “distribusi kekayaan adalah soal institusi manusia semata. Instutisi ini didirikan oleh seiapa saja yang m,enghendakinya dan bisa menggunakan istilah apa saja.
Mill memberikan tiga kontribusi itama. Yang pertama adalah di bidang kebeasan personal dan inividualitas. Kedua, prinsip utamanya adalah penolakan terhadap Victorian-intoleransi, sikap ingin benar sendiri, kelemahan calvinisme, puritanisme, dan kekakuan Kristen. Mill menentang prasngka, kebiasaan dan keragaman pemikiran.
Ketiga, mill mendukung toleransi,skeptisisme, dan pemikiran bebas. Dia mendukung hak perempuan memilih, memegang jabatan dan berpartisipasi dalam semua bidang..
Untuk memperkenalkan teori distribusi, Mill mengawalinya dengan diskusi sosialisme. Dia keberatan dengan kapitalisme dan merasa bahwa property pribadi tidak selalu diperoleh secara adil atau layak. Dia mendiskripsikan tiga system sosialis:
· Sosialisme utopian : masyarakat kooperatif
· Sosialisme revolusioner: kelompok radikal termasuk komunis yang berusaha merebut kekuasaan dengan paksa, mensosialisasikan industry dan mencabut hak milik pribadi.
· Sosialime fasis: regulasi birokratis dan control industry dan alat-alat produksi, distribusi dan perdagngan

E. Sosialisme Sebelum Marx (Sosialisme Utopis, Sosialisme Komunitas Bersama)
Sosialisme melibatkan semua alat-alat produksi termasuk di dalamnya tanah pertanian oleh Megara dan menghilangkan milik swasta. Dalam kehidupan sehari-hari kata sosialisme sering dipakai secara bergantian dengan komunis. Karl Marx sendiri sering menggunakan kedua istilah ini bergantian untuk menjelaskan hal yang sama. Perbedaannya adalah sosialisme menggambarkan pergeseran milik kekayaan dari swsta pemerintah berlangsung secara perlahan-lahan melalui prosedur perturan pemerintah dengan memberikan konpensasi pada pemilik swasta, dalam komunisme peralihan kepemilikan digambarkan secara cepat dan revolusioner, secara paksa dan tanpa kompensasi. Tokoh sosialisasi yang terkenal adalah Sir Thomas Moor.
Istilah utopis diberikan karena Moore perah menulis sebuah Negara impian dalam bukunya utopia. Yang diomaksudnya sesungguhnya adalah sindiran terhadap social ekonomi masyarakat di Inggris pada abad ke 16 dimana perbandingan antara yang kaya dan yang miskkin sangat menyolok.
Robert Owen mendirikan parallelogram dan new harmony, dab Charles Fourier mendirikan Phalanx akantetapi semuanya pada akhirnya gagal.

F. Pemikiran Karl Marx (Marxisme)
Marx sang filsuf Jerman ini telah membangkitkan persatuan selama lebih dari seabad di kalangan buruh dan intelektual yang di rugikan oleh kapitalisme pasar. Malthus dan Ricardo mungkin telah menaburkan benih pembangkangan ini, menrutnya menghancurkan ikatankapitalisme dan mengoyak-oyak dasar-dasar system kebebasan natural Adam Smith.
Marx mungkin merupakan ekonom pertama yang menciptakan aliran pemikiran sendiri, dengn metodologinya sendri dan dengan bahasannya sendiri yang khas. Dalam menciptakan alirannya sendiri dalam karya klasiknya, Capital (1976), dia mengontraskan sistemnya dengan system pendukung laissez faire-antara lain Adam Smith, J. B. Say, dan David Ricardo. Marx yang menyebut leisses faire adalah aliran klasik, dalam mengembangkan pendekatan Marxis untuk ekonomi, dia menciptakan kosa katanya sendiri: nilai surplus, reproduksi, borjuis dan proletarian, matrealisme historis, ekonomi vulgar
Teori Nilai Kerja
Ricardo adalah mentor Marx dalam Ilmu ekonomi. Ricardo memfokuskan pada produksi dan bagaimana produksi didistribusikan diantara kelas-kelas besarbesar- pemilik tanah, buruh, dan kapitalis. Ricardo dan penerusnya Mill berusaha menganalisa ekonomi dari sudut pandang dan kelas ketimbang dari segi tindakan individu.
Say dan aliran laissez faire Prancis tidak memfukuskan pada utilitas subyektif dari individu, tetapi Marx menolak Say dan mengikuti Ricardo dengan berkonsentrasi pada produksi :komoditas” tunggal dan homogeny dan pendistribusian pendapatan dari produksi komoditas kedalam kelas-kelas.
Dalam system kelas Rocardo, buruh memainkan peran kritis dalam menentukan nilai. Ricardo dan Marx mengklaim bahwa tenaga kerja adalah satu-satunya penghasil nilai. Nilaio suatu komuditas harus sama dengan jumlah rata-rata dari jam kerja yang dipakai dalam menciptakan komoditas itu.
Teori Nilai Surplus
Jika tenaga tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu keman profit dan bunganya? Marx menyebut profit dengan “nilai Surplus”. Oleh karena itu kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak yang meneksploitasi pekerja. Jika semua nilai adalah produk dari tenaga kerja, maka semua profit yang diterima oleh kapitalis dan pemilik tanah pastilah merupakan “nilai surplus”, yang diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas kerja.
p = s/r
Dimana (p) adalah profit, (s) adalah nilai surplus dan ® adalah nilai produk akhir.
Marx berpendapat bahwa profit dan eksploitasi dapat dinaikkan dengan menaikkan hari kerja dan mempekerjakan perumpuan dan anak-anak dengan upah yang lebih rendah ketimbang lelaki dewasa. Lebih jauh, mesin dan kemajuan teknologi menurut Marx hanya menguntungkan kepitalis bukan buruhnya.

G. Pembaharuan terhadap marxisme (Leninisme, Revisionisme, The new left)


H. Mazhab Neoklasik
v Robert Solow & Trevor Swan / Solow – Swan)
Mengembangkan teori yang mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung pada pertambahan penyedianaan faktor-faktor produksi (penduduk, tenaga kerja, dan akumulasi modal) dan tingkat kemajuan teknologi.
v (Bohm Bawerk dan Menger)
Menolak model klasik dua sector yang membagi semua barang menajadi barang konsumsi dan modal. Menurut mazhab ini semua barang konsumsi dan modal, akan melewati sederetan taha produksi, dari produksi yang belum jadi dan tak bisa dipakai menjadi barang konsumen dan modal yang sudah jadi dan dapat di pakai.

I. Pemikiran ekonom-ekonom Amerika
v Henry George
Bukunya yang berjudul Single Tex Movement (gerakan pajak tunggal): mengenaan pajak 100% yang mana nilai tersebut sama dengan nilai tanah yang tidak digarap. Setiap pemilik tanah akan dikenakan pajak sewa tanah.
Dan bukunya Progres and Poverty: buku yang menunjukkan kekuragan dalam system kapitalis yang jika diperbaiki dapat memecahkan problem kemiskinandan perekonomian diseluruh dunia. Kekurangan tersebut adalah monopoli atas tanah. Tuan tanah adalah sumber dari segala kejahatan.
v Jhon Bates Clark
Teori produktivitas tenaga kerja upah menjelasakan bahwa upah tidak bisa dinaikkan secara permanen di atas subsisten dan bahwa kapitalis menerima bagian produk kerja secra tidak adil

J. Aliran Institusional
Di Amerika Serikat pada tahun 20-an muncul aliran pemikiran ekonomi yang disebut aliran “institusional”. Aliran institusional menolak ide eksperimentasi sebagaimana yg dianut oleh Aliran sejarah. Orang yg paling berpengaruh & mempunyai peran thdp keberadaan aliran institusional adalah THORSTEIN BUNDE VEBLEN (1857-1929).
Veblen pada intinya mengkritik teori-teori yg digunakan kaum klasik & Neo-klasik yg model-model teoritis & matematisnya dinilai bias & cenderung terlalu menyederhanakan fenomena ekonomi, mengabaikan aspek-aspek non-ekonomi seperti kelembagaan dan lingkungan.
Pola prilaku seseorang dalam Masyarakat disesuaikan dengan kondisi sosial sekarang. Jika perilaku tersebut cocok dan diterima, perilaku diteruskan. Sebaliknya, jika suatu perilaku dianggap Tidak cocok, perilaku akan disesuaikan dengan lingkungan. Keadaan dan Lingkungan inilah yang disebut Veblen “Institusi”.
Dalam mengejar tujuan akhir dari kegiatan produksi, yaitu keuntungan. Ada keuntungan yang diperoleh melalui kerja keras dan ada juga yang diperoleh dengan trik-trik licik dengan menggunakan segala macam cara tanpa memperdulikan orang lain. Begitu juga dalam prilaku konsumsi ada perilaku konsumsi yang wajar yaitu ingin memperoleh manfaat atau utilitas yang sebesar-besarnya dari tiap barang yang dikonsumsinya ada pula yang tidak wajar kalau konsumsi ditujukan hanya untuk pamer, yang disebut Conspicuous Consumption.
Veblen melihat dalam masyarakat Amerika yang tumbuh begitu pesat telah melahirkan suatu golongan yang disebutnya “Absentee Ownership” Yang dimaksudkan adalah para pengusaha yang memiliki modal besar dan menguasai sejumlah perusahaan, tetapi tidak ikut terjun langsung dalam kegiatan Operasional perusahaan, Cukup diserahkan pada para frofesional dan karyawan kepercayaannya.
Tokoh-Tokoh Institusional Lainnya
v Wesley Clair Mitchel (1874-1948)
Ia juga berjasa dalam mengembangkan metode-metode kuantitatif dalam menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi. Salah satu karyanya Business Cycle and Their Causes (1913) dengan menggunakan bermacam data statistik ia kemudian menjelaskan masalah fluktuasi ekonomi.
v Gunnar Karl Myrdal (1898) dari Swedia
Salah satu pesan Myrdal pada ahli-ahli ekonomi ialah agar ikut membuat value judgement. Jika tidak dilakukan struktur-struktur teoritis ilmu ekonomi akan menjadi tidak realistis.
v Douglas North (1993) dari Amerika Serikat
North mengatakan bahwa reformasi yang dilakukan tidak akan memberikan hasil nyata hanya dengan memperbaiki kebijaksanaan ekonomi makro belaka. Agar reformasi berhasil, dibutuhkan dukungan seperangkat institusi yang mampu memberikan insentif yang tepat kepada setiap pelaku ekonomi. Beberapa contoh institusi yang mampu memberikan insentif tersebut adalah hukum paten dan hak cipta, hukum kontrak dan pemilikan tanah.

K. Aliran Keynesian
Keynes berpendapat bahwa sistem Leissez Faire murni tidak bisa dipertahankan. Pada tingkat makro, pemerintah harus secara aktif dan sadar mengendalikan perekonomian ke arah posisi “Full Employment”-nya, sebab mekanisme otomatis ke arah posisi tersebut tidak bisa diandalkan secara otomatis.
Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi “kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama.
Dalam teori Keynes tentang ”permintaan efektif agregat” dapat diterapkan pada masa kelangkaan lapangan kerja dan sumberdaya, yang menurut Keynesian bisa berlangsung tanpa batas. Dalam keadaan seperti ini Keynesian menawarkan prinsip-prinsip berikut:
a. Kenaikan tabungan dapat menyusutan pendapatan dan mengurangi pertumbuhan ekonomi. Konsumsi lebih penting dari pada produksi untuk pendorong investasi, oleh karena itu berkebalikan dengan hokum Say: “permintaan menciptakan penawarannya sendiri”
b. Anggaran pemerintah federal harus dijaga dalam keadaan tidak seimbang pada masa resesi. Kebijakan fiscal dan moneter harus ekspansif sampai kemakmuran pulih kembali dan suku bunga baru dibuat tetap rendah.
c. Pemerintah harus meninggalkan kebijakan Laissez faire dan harus campur tangan di pasar jika diperlakukan. Pada masa susah akan diperlukan kebijakan markentalis termasuk tindakan proteksionis.
d. Standar emas adalah cacat karena inelastisitasnya menjadikannya tidak mampu merespon kebutuhan bisnis yang semakin meningkat. Lebih baik mengguanakan kebijakan pengandalian. Lebih baik menggunakan kebijakan pengendalian uang.
Inti dari kebijakan makro Keynes adalah bagaimana pemerintah bisa mempengaruhi permintaan agregat (dengan demikian, mempengaruhi situasi makro), agar mendekati posisi “Full Employment”-nya.
Sumber permintaan uang, 3 macam kebutuhan akan uang:
ü Kebutuhan transaksi,
ü Kebutuhan berjaga-jaga,
ü Kebutuhan berspekulasi,
Di Pasar Uang, terdapat teori kuantitas yang menyatakan bahwa permintaan akan uang adalah proporsional dengan nilai transaksi yang dilakukan masyarakat.
Menurutnya tabungan adalah bentuk pengeluaran yang tidak dapat diandalkan. Ia hanya efektif jika tabungan diinvestasikan oleh dunia usaha.

L. Aliran Monetaris
Ketidakberhasilan ajaran2 Keynes dlm memecahkan masalah2 yg dihadapi melahirkan suatu aliran baru yg disebut “aliran Monetaris” yg mengutamakan kebi-jaksanaan moneter dlm mengatasi kemelut ekonomi.
Penekanan pokok pandangan monetaris terletak pa-da stok uang. Menurut Friedman, perubahan dlm jumlah uang beredar sgt besar pengaruhnya terhadap 1. Tingkat inflasi dlm jangka panjang
2. Perilaku GNP ril dlm jangka panjang
Friedman menyimpulkan secara umum laju pertum-buhan uang yg tinggi menyebabkan terjadinya booms & inflasi. Sementara itu, penurunan dlm laju pertum-buhan uang dapat menimbulkan resesi & kadang-kadang bahkan juga deflasi.
Tokoh-Tokoh Aliran Monetaris

Ø Milton Friedman (1912)
Ø Karl Brunner
Ø Allan Meltzer dan Bennet
Ø McCallum
Ø Thomas Mayer Ø Phillip Cagan
Ø David Laidler
Ø Michael Parkin
Ø William Poole

Kebijaksanaan moneter yg dianjurkan kubu mone-taris adalah kebijaksanaan moneter yg sifatnya netral & berorientasi ke arah pertumbuhan ekono-mi jangka panjang.
Kebijaksanaan yg digunakan oleh aliran monetaris cenderung kontraktif & lebih konservatif, dlm hal ini kubu monetaris lebih suka menaikkan laju pertumbuhan uang secara pelan-pelan tetapi konstan, sesuai dgn hukum pertumbuhan jumlah uang konstan (constant money growth rule).
Kelompok Monetaris percaya bahwa kebijaksanaan peningkatan jumlah uang dlm jangka pendek berpengaruh terhadap output ril.

M. Pemikiran sesudah Keynes (Paul samuelson, Joseph Schumpeter)
v Paul Samuelson
Buku “Economics” menerangkandan menyederhanakan dasar-dasar makro ekonomi Keynesian yang menggunakan aljabar sederhana dan grafik yang jelas.
v Joseph Scumpeter
Buku “Capitalism, Socialism and Democracy” tentang dinamika kapitalisme pasar dan bagaimana kekuatan pengganggu dari teknologi akan melemahkan kondisi ekuilibrium.
Menurut Schumpeter, invensi adalah hal penemuan tekhnik-tekhnik produksi baru, sementara inovasi mempunyai makna lebih luas, yang tidak hanya menyangkut penemuan tekhnik-tekhnik berproduksi baru, jenis material baru untuk produksi, cara-cara usaha baru, cara-cara pemasaran baru, inovasi dianggap sebagai loncatan dalam fungsi produksi.

permintaan dan penawaran



PERMINTAAN DAN PENAWARAN SERTA TERBENTUKNYA HARGA PASAR
Pada semester 1, kalian telah mempelajari pasar, di mana di dalam pasar terdapat penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli yang berinteraksi akan melakukan proses tawar-menawar. Proses tawar-menawar ini menunjukkan adanya permintaan dan penawaran barang. Penjual akan menawarkan barang dagangannya dengan harga yang telah ditentukan dan pembeli akan meminta barang diinginkan dengan harga rendah. Proses tawar-menawar ini akan berlangsung hingga tercapai kesepakatan harga. Pada bab ini, kita akan mempelajari permintaan, penawaran, dan pembentukan harga barang di dalam pasar. Pokok-pokok bahasan tersebut dapat kalian pelajari dalam pembahasan berikut ini.
A. Permintaan Barang dan Jasa
1. Pengertian Permintaan
Coba kalian perhatikan contoh pengalaman Desi berikut ini. Desi ingin membuka usaha toko buah, untuk itu dia membeli buah jeruk di pasar, tetapi sebelumnya dia membuat catatan belanja berikut ini
Tabel 17.1 Daftar Pembelian Jeruk


Berdasarkan daftar belanjaan Desi di atas menunjukkan bahwa pada saat harga jeruk sebesar Rp4.500,00, Desi akan membeli jeruk sebanyak 140 kg. Ketika harga Rp6.000,00, maka Desi hanya akan membeli jeruk sebanyak 20 kg. Kesediaan Desi untuk membeli jeruk dalam berbagai jumlah pada tingkat harga tertentu merupakan contoh permintaan. Pada saat Desi menyusun daftar permintaan jeruk, apakah hanya mempertimbangkan harga saja? Tentunya tidak, bukan? Desi juga harus mempertimbangkan uang yang dimilikinya. Jika uang yang tersedia dapat digunakan untuk memenuhi keinginan Desi untuk membeli jeruk maka permintaan jeruk dapat terjadi. Lalu apakah yang dimaksud permintaan? Apabila dalam merumuskan pengertian permintaan hanya memerhatikan faktor harga barang dan jumlah barang yang diminta, serta menganggap faktor-faktor selain harga tidak berubah, maka berbagai tingkat harga, waktu, dan tempat tertentu. permintaan adalah keseluruhan jumlah barang atau jasa yang bersedia diminta pada
2. Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa selain faktor harga masih ada faktor-faktor lain yang memengaruhi permintaan. Namun, faktor-faktor selain harga pengaruhnya tidak sekuat faktor harga. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi permintaan.
a. Harga Barang itu Sendiri
Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan meningkat,
sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan menurun.
b . Harga Barang Subtitusi (Pengganti)
Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula. Contohnya kaos adalah pengganti kemeja. Jika di pasar harga kaos lebih murah dibandingkan kemeja, maka permintaan akan kaos lebih banyak bila dibandingkan permintaan terhadap kemeja.
c . Harga Barang Komplementer (Pelengkap)
Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.
d . Pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan semakin turun. Misalnya pendapatan Ibu Tia dari hasil dagang minggu pertama Rp200.000,00 hanya dapat untuk membeli kopi 20 kg. Tetapi ketika hasil dagang minggu kedua Rp400.000,00, Ibu Tia dapat membeli kopi sebanyak 40 kg.
e . Selera Konsumen
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. Misalnya, sekarang ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi fasilitas musik dan game, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan hand phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.
f . Intensitas Kebutuhan Konsumen
Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas kebutuhan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia membeli jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.
g . Perkiraan Harga di Masa Depan
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada dugaan kenaikan harga bahan bakar minyak mengakibatkan banyak konsumen antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk mendapatkan bensin atau solar yang lebih banyak.

h. Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.

 

 

 

3.Fungsi permintaan

hubungan antara dengan
Fungsi permintaan dalam ilmu ekonomi adalah sebuah fungsi yang menunjukan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang diminta oleh masyarakat. "Fungsi Permintaan" berasal dari dua kata, yaitu fungsi dan permintaan. "Fungsi" adalah ketergantungan suatu variabel dengan variabel lainnya. Fungsi secara umum ditulis . Secara grafik, digambarkan dengan = sumbu vertikal, = sumbu horizontal dan menyatakan ketergantungan terhadap . Sedangkan "permintaan" adalah banyaknya barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Dalam ilmu ekonomi, fungsi permintaan ditulis sebagai . Dimana , garis vertikal, adalah Price (harga barang), dan , garis horizontal, adalah Quantity of Goods (Banyaknya barang), dan menyatakan ketergantungan antara harga dengan jumlah barang.
Fungsi permintaan memiliki beberapa sifat khusus, di antaranya:
  • Fungsi permintaan bersifat negatif. Artinya, jika nilai p bertambah, maka nilai q akan berkurang, begitu juga sebaliknya. Hingga suatu saat nilai p akan menyentuh titik tertinggi (harga maksimal), titik q akan menyentuh titik terendah (barang tidak ada), sebaliknya, q akan menjadi barang bebas jika titik p mencapai titik terendahnya (harga 0 atau gratis).
Grafik fungsi linear dan kurva
  • Titik titik pada fungsi permintaan tidak dapat memiliki nilai negatif dan tidak mungkin bernilai tak
    terhingga (~), ini berarti fungsi permintaan selalu terletak di kuadran I.
  • Fungsi permintaan bisa berbentuk linier atau kurva.
  • Fungsi permintaan memiliki fungsi satu-satu, artinya, satu titik p hanya untuk satu titik q, begitu juga sebaliknya. Misalnya, pada tingkat harga ( ) Rp. 500,00, jumlah barang ( ) yang diminta adalah 5 buah; pada tingkat harga Rp. 100,00 jumlah barang yang diminta naik menjadi 10 buah.


Bentuk umum fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai beriut :
Qd = a - bPd    atau  Pd = -1/b ( -a + Qd)
dimana :
a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai negatif
b          = ∆Qd / ∆Pd
Pd        = adalah harga barang per unit yang diminta
Qd       = adalah banyaknya unit barang yang diminta
Syarat, P  ≥  0, Q ≥  0, serta dPd / dQ < 0

untuk lebih memahami tentang fungsi permintaan, dibawah ini disajikan soal dan pembahasan tentang fungsi permintaan.
  • Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak  1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi  600Kg,  buatlah fungsi permntaannya ?
Pembahasan :
Dari soal diatas diperoleh data :
P1 = Rp. 5.000      Q1 = 1000 Kg
P2 = Rp. 7.000      Q2 = 600 Kg
untuk  menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni :
y - y1            x - x1
------    =    --------
y2 - y1         x2 - x1

dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat,
P - P1           Q - Q1
-------    =    --------
P2 - P1         Q2 - Q1

mari kita masukan data diatas kedalam rumus :
    P    -     5.000                     Q - 1000
-----------------------  = ----------------
   7.000 -  5.000                   600 - 1000

           P - 5.000                 Q - 1000
----------------------- = ----------------
             2.000                        -400

 P - 5.000 (-400)    =  2.000 (Q - 1000)
-400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000
2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P
Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P)
Q = 2000 - 0,2P
============
Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P
permintaan terbagi 2: individu :permintaan seseorang terhadap barang dan jasa. pasar:penjumlahan horizontal dari permintaan individu

4.Skedul dan Kurva Permintaan
Menyatakan bearapa banyak
konsumen ingin danmampu beli
pada berbagai tingkat harga
Adlh suatu kurva yg menggambarkan sifat hub. antaraharga suatu barang tertentu dng jumlah barang tsb ygdiminta
Pd umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah
 hub antara harga & jumlah barang yg diminta memp.hubungan terbalik atau berlawanan arah
Jumlah barang yg diminta merupakan fungsi dari harga
bukan sebaliknya

Q = f (P), dimana P : variabel bebas dan Q : variabel tdk bebas.P bergerak kmd diikuti dng gerakan Q



5. Perubahan Permintaan dan Pergeseran Kurva Permintaan

Ketika terjadi perubahan harga, grafik bergerak dari satu titik ke titik lainnya pada kurva permintaan yang sama. Yaitu dari P1 ke P2 dan perubahan kuantitasnya dari Q1 ke Q2. Kita menyebut gerakan sepanjang kurva permintaan ini sebagai perubahan kuantitas yang diminta.

Sekarang mari kita lihat ketika terjadi perubahan bukan harga, misalkan perubahan pendapatan, perubahan selera, perubahan ekspektasi, dll.
Dalam kasus ini, selain terjadi perpindahan dari satu titik ke titik yang lain pada kurva permintaan yang sama, terdapat juga perubahan dalam hubungan mendasar antara harga dan kuantitas. Ini direpresentasikan malalui pergeseran kurva permintaan. Dan pergeseran kurva permintaan ini merujuk kepada perubahan permintaan.

Pada gambar pertama kita mempunyai kenaikan permintaan dimana pergeseran kurva permintaan ke kanan pada sumbu kuantitas, dan gambar kedua penurunan permintaan dimana pergeseran kurva permintaan ke kiri pada sumbu kuantitas.
Kenaikan permintaan : ketika semua harga tetap, kuantitas bergeser dari Q1 ke Q2 untuk setiap harga. Penurunan permintaan : ketika semua harga tetap, kuantitas menurun dari Q2 ke Q1 pada setiap harga.
Mari kita ringkas kembali!
Jika terdapat perubahan bukan harga, kita dapat melihatnya pada kenaikan permintaan dan penurunan permintaan.
Pada kenaikan permintaan, kurva bergeser ke kanan. Untuk setiap kuantitas tertentu yang diminta, konsumen bersedia membayar pada harga yang tinggi dari kuantitas yang dia bayar sebelumnya. Sedangkan pada penurunan permintaan, kurva bergeser ke kiri. Untuk setiap kuantitas tertentu yang diminta, konsumen bersedia membayar hanya pada harga terendah dari kuantitas sebelumnya.
Meskipun ini sudah cukup jelas, kita dapat berfikir perbedaan pergeseran baik horizontal maupun vertikal, hanya melalui kombinasi dari kenaikan permintaan dan penurunan permintaan.
Kenaikan permintaan dapat terjadi apabila :
- Pendapatan untuk barang normal meningkat
- Pendapatan untuk barang inferior menurun
- Harga barang pengganti meningkat
- Harga barang pelengkap menurun
- Selera untuk barang tertentu meningkat
- Jumlah pembeli dalam permintaan pasar meningkat

Penurunan permintaan dapat terjadi apabila :

- Pendapatan untuk barang normal menurun
- Pendapatan untuk barang inferior meningkat
- Harga barang pengganti menurun
- Harga barang pelengkap meningkat
- Selera untuk barang tertentu menurun
- Jumlah pembeli dalam permintaan pasar menurun

6. Macam-Macam Permintaan
Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung.
a. Permintaan Menurut Daya Beli
Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut.
1) Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
2) Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Pak Luki sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas.
3) Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan. Contohnya Hendra ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.
b . Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya
Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan individu dan permintaan kolektif.
1 ) Permintaan individu
Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Contoh bentuk permintaan individu seperti pada Tabel 17.1 mengenai daftar permintaan jeruk Desi.
2 ) Permintaan kolektif
Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar. Contohnya, selain Desi, di pasar juga ada beberapa pembeli lainnya yang akan membeli jeruk. Jika permintaan Desi dan teman-temannya tersebut digabungkan maka terbentuk permintaan pasar. Bentuk permintaan kolektif dapat kalian lihat pada Tabel 17.2.
Tabel 17.2 Daftar Permintaan Pasar terhadap Jeruk

7. Hukum Permintaan
Coba kalian perhatikan lagi pada Tabel 17.1 mengenai daftar permintaan jeruk Desi. Apa yang dapat kalian simpulkan dari tabel tersebut? Ketika harga jeruk Rp4.500,00/kg permintaan Desi sebesar 140 kg. Namun ketika harga jeruk Rp6.000,00/kg, permintaan turun menjadi 20 kg. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga suatu barang, permintaan akan turun. Kondisi tersebut menggambarkan bunyi hukum permintaan. Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
Pada hukum permintaan berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).
8. Kurva Permintaan
Hukum permintaan yang telah kalian pelajari di atas dapat digambarkan menggunakan suatu grafik yang disebut kurva permintaan. Perhatikan kembali daftar permintaan yang dilakukan Desi dalam membeli jeruk pada tabel berikut ini.
Tabel 17.3 Permintaan Jeruk Desi
Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat grafik seperti gambar di samping. Bentuk kurva permintaan di samping memiliki kemiringan (slope) negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya apabila harga jeruk turun, jumlah barang yang diminta bertambah atau sebaliknya (ceteris paribus). Perlu kalian sadari, bahwa ketika menganalisis permintaan, terdapat dua istilah yang berbeda, yaitu permintaan dan jumlah barang yang bersedia diminta.
Apakah perbedaan dari kedua istilah tersebut? Menurut para ahli ekonomi, permintaan adalah keseluruhan dari kurva permintaan atau keseluruhan dari titik yang ada pada kurva (A + B + C + D + E + F + G). Dengan demikian permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan daripada hubungan antara harga dan jumlah permintaan. Adapun jumlah barang yang bersedia diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu. Misalnya titik A, menggambarkan bahwa pada harga Rp4.500,00 jumlah yang diminta adalah 140 kg. Dengan demikian, setiap titik yang ada pada kurva menggambarkan jumlah barang yang diminta.
9. Pergeseran Kurva Permintaan
Pergeseran kurva permintaan menunjukkan adanya perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain harga. Pergeseran kurva permintaan ditunjukkan dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kembali pada contoh di depan mengenai permintaan Desi terhadap jeruk. Pada contoh di depan menunjukkan bahwa berubahnya jumlah jeruk yang diminta Desi akibat dari perubahan harga jeruk itu sendiri. Bagaimana jika faktor lainnya seperti pendapatan Desi memengaruhi jumlah jeruk yang diminta? Apabila pendapatan Desi mengalami peningkatan, maka jumlah jeruk yang diminta pun juga akan meningkat. Namun ketika pendapatan Desi mengalami penurunan maka jumlah jeruk yang diminta akan turun. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel 17.4 dan bentuk kurva berikut ini.
Tabel 17.4 Daftar Jumlah Jeruk yang Diminta Akibat Perubahan Pendapatan
Apabila dari tabel di atas diubah dalam bentuk grafik, maka akan tampak seperti di bawah ini.
Perhatikan kurva permintaan di atas. Kurva permintaan mengalami pergeseran ke kanan dari D ke D1 dan bergeser ke kiri dari D ke D2. Pergeseran ke kanan dari kurva permintaan menunjukkan pertambahan jumlah permintaan karena adanya peningkatan pendapatan. Sedangkan kurva bergeser ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan karena penurunan pendapatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan pendapatan dapat mengubah jumlah permintaan akan barang serta dapat menggeser kurva permintaan















B. Penawaran Barang dan Jasa
1. Pengertian Penawaran
Kalian tentunya masih ingat mengenai daftar permintaan jeruk Desi, bukan? Jika kalian sudah lupa, mari kita bersama-sama mengingat kembali mengenai permintaan. Berdasarkan daftar permintaan jeruk Desi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang diminta semakin sedikit. Hal tersebut apabila dilihat dari sisi pembeli. Bagaimana jika dilihat dari sisi penjual jeruk? Supaya kalian dapat menjawab pertanyaan tersebut, mari kita pelajari bersama mengenai daftar penjualan jeruk Pak Heri berikut ini.
Tabel 17.5 Daftar Penjualan Jeruk Pak Heri
Tabel di atas menunjukkan berbagai jumlah jeruk yang ingin dijual oleh Pak Heri pada berbagai tingkat harga tertentu pada saat tertentu. Pak Heri sebagai penjual tentunya ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Oleh karena itu jika Pak Heri menjual jeruknya dengan harga Rp4.500,00, jumlah jeruk yang ingin ditawarkan sebanyak 50 kg. Apabila harganya Rp4.750,00, jumlah jeruk yang ditawarkan adalah 60 kg. Akan tetapi jika harga jeruk setiap satu kilogramnya sebesar Rp6.000,00, Pak Heri akan menjual lebih banyak lagi jeruknya, yaitu sebanyak 110 kg. Daftar yang menunjukkan penjualan jeruk Pak Heri itulah merupakan contoh penawaran. Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang bersedia ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Jika harga naik, jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Begitu juga ketika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga turun atau semakin sedikit.
Seperti halnya pembeli, apakah penjual juga hanya memperhitungkan faktor harga saja dalam menyusun daftar penawaran? Tentu saja tidak. Pada kenyataannya banyak faktor yang memengaruhi penawaran penjual. Namun ketika merumuskan penawaran, cukup dengan menghubungkan harga dan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Faktor-faktor selain harga dianggap tidak berubah (ceteris paribus).
2. Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran
Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran.
a. Harga Barang itu Sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
b . Harga Barang Pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
c . Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian
penawaran juga akan meningkat.
d . Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
e . Pajak
Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
f . Perkiraan Harga di Masa Depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.


3. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan2 banyak barang yang akan diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang yang ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit, karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif.

Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut:
Qs = a + bPs

dimana :
a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif

b = ∆Qs/ ∆Ps
Ps= adalah harga barang per unit yang ditawarkan
Qs= adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan
Ps≥ 0, Qs≥ 0, serta dPs/ dQs > 0

Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ?
Jawab :
dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut :
P1 = 3.000     Q1 = 100 buah
P2 = 4.000     Q2 = 200 buah
Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a:
 P - P1        Q - Q1
--------  =  ---------
P2 - P1      Q2 - Q1

    P  - 3.000         Q - 100
--------------  = -------------
4.000 - 3.000      200 - 100

     P - 3.000           Q - 100
--------------   =  -------------
        1.000                 100
(P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000)
100P - 300.000  = 1.000Q - 100.000
1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P
1.000Q = -200.000 + 100P
Q = 1/1000 (-200.000 + 100P )
Q = -200 + 0.1P
============
Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1


5.Perubahan Penawaran dan Pergeseran Kurva Penawaran
Perubahan harga dan perubahan pada apa yang kita sebut penentu bukan harga berprilaku berbeda dalam hal penawaran. Jika terdapat perubahan harga , kita dapat katakan sebagai perubahan kuantitas yang ditawarkan, dan pergerakan sepanjang kuva penawaran dari satu titik ke titik lain. Sebagai contoh pergerakan dari P1 ke P2, dimana perpindahan pada titik yang berbeda di kurva penawaran yang sama, katakan dari Q1 ke Q2.
Di sisi lain ketika terdapat perubahan penentu bukan harga penawaran, misalkan perubahan teknologi, perubahan ekspektasi, dan perubahan jumlah penjual, dapat kita katakan sebagai perubahan penawaran.
Perubahan penawaran adalah pergeseran dari kurva penawaran, juga merupakan pergerakan dari satu titik ke titik lain pada kuva penawaran yang sama.
Disini kita memiliki kenaikan penawaran, yang berarti setiap harga yang diberikan menyediakan lebih dari kuantitas yang ada sebelumnya. Sedangkan penurunan penawaran berarti bahwa setiap harga yang diberikan menyediakan lebih sedikit dari kuantitas sebelumnya.

Kita juga dapat berfikir bahwa suatu perubahan harga perlu untuk mencapai tingkat output tertentu. Ketika terjadi kenaikan penawaran, dibutukan harga yang lebih rendah untuk mempertahankan kuantitas output tertentu. Ketika terjadi penurunan penawaran, dibutuhkan harga yang lebih tinggi dalam rangka mempertahankan level output tertentu.
Meskipun secara teknis kita dapat berfikir tentang kurva penawaran ini, baik jika bentuknya pergeseran horizontal atau vertikal, kadang-kadang ini sangat membantu untuk berfikir tentang jarak horizontal yang konsisten. Pada peningkatan penawaran, pergeseran kurva penawaran ke kanan. Dan jika terjadi penurunan penawaran, pergeseran kurva penawaran ke kiri.
Ketika terjadi kenaikan penawaran, harga input menurun, teknologi meningkat, dan jumlah penjual meningkat.
Ketika terjadi penurunan penawaran, harga input bertambah, teknologi menurun, dan jumlah penjual menurun.

6. Macam-Macam Penawaran
Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.
a. Penawaran Individu
Penawaran individu adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual. Contoh penawaran jeruk oleh Pak Heri (lihat Tabel 17.5).
b . Penawaran Kolektif
Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan. Contoh penawaran kolektif yang dilakukan oleh Pak Heri dan pedagang buah jeruk di pasar dapat kalian lihat pada Tabel 17.6.
Tabel 17.6 Daftar Penawaran Pasar terhadap Jeruk
7. Hukum Penawaran
Coba kalian perhatikan daftar penawaran jeruk Pak Heri. Pada tabel tersebut akan terlihat bahwa apabila harga Rp4.500,00, jumlah jeruk yang ditawarkan Pak Heri sebanyak 50 kg. Pada saat harga Rp4.750,00. Pak Heri menawarkan jeruknya sebanyak 60 kg. Hingga pada harga Rp6.000,00, jumlah jeruk yang ditawarkan sebanyak 110 kg. Apa yang dapat kalian simpulkan dari tabel di atas? Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
2. Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran
Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran.
a. Harga Barang itu Sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun. Misalnya jika harga sabun mandi meningkat dari Rp1.500,00 menjadi Rp2.000,00, maka jumlah sabun mandi yang penjual tawarkan akan meningkat pula.
b . Harga Barang Pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah. Contohnya harga kopi meningkat menyebabkan harga barang penggantinya yaitu teh lebih rendah, sehingga penjual lebih banyak menjual teh.
c . Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian
penawaran juga akan meningkat.
d . Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak. Misalnya untuk menghasilkan 1 kg gula pasir biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan Manis sebesar Rp4.000,00. Harga jualnya sebesar Rp7.500,00/kg. Namun dengan menggunakan mesin yang lebih modern, perusahaan Manis mampu menekan biaya produksi menjadi Rp3.000,00. Harga jual untuk setiap 1 kilogramnya tetap yaitu Rp7.500,00/kg. Dengan demikian perusahaan Manis dapat memproduksi gula pasir lebih banyak.
e . Pajak
Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
f . Perkiraan Harga di Masa Depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.
Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).
8. Kurva Penawaran
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menunjukkan hubungan antara harga barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Coba kalian perhatikan Tabel 17.5 mengenai daftar penawaran jeruk Pak Heri. Kurva penawaran dapat dibuat berdasarkan tabel tersebut.
Perhatikan kurva di atas. Kurva bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Dengan demikian kurva penawaran mempunyai slope positif. Artinya jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga barang. Semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.
9. Pergeseran Kurva Penawaran
Sama halnya pada pergeseran kurva permintaan, kurva penawaran juga dapat mengalami pergeseran karena adanya perubahan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran selain faktor harga. Bergesernya kurva penawaran ditandai dengan bergeraknya kurva ke kanan atau ke kiri. Kurva penawaran bergeser ke kiri, artinya jumlah penawarannya mengalami kenaikan. Namun, ketika kurva penawaran barang bergeser ke kiri, berarti terjadi penurunan penawaran barang. Misalnya diperkirakan harga jeruk bulan depan akan naik karena harga pupuk naik. Kenaikan harga jeruk menyebabkan penurunan penawaran jeruk. Sehingga ketika diperkirakan harga di masa depan naik, maka penjual akan mengurangi jumlah barang yang dijualnya. Tabel berikut ini yang akan menunjukkan jumlah jeruk yang ditawarkan Pak Heri sebelum dan sesudah kenaikan harga.
Tabel 17.7 Daftar Jumlah Jeruk yang Ditawarkan Akibat Perubahan Kenaikan Harga
Tabel di atas jika dibuat grafik akan tampak seperti berikut ini.
Perhatikan kurva penawaran di atas. Kurva penawaran S bergeser ke kiri menjadi S1. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penawaran akan jeruk mengalami penurunan. Penurunan kurva penawaran jeruk tersebut sebagai akibat dari meningkatnya harga pupuk. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan dari salah satu atau lebih faktor-faktor yang dulu dianggap tetap, akan mengubah jumlah penawaran sekaligus menggeser kurva penawaran.


C. Keseimbangan Harga


Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen dan konsumen dipasar.
untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini :
  • Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan Qd = 10 - 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = -20 + 0,4Ps.
Jawab:
Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi
10 - 0,6Pd   = -20 + 0,4Ps
0,4P + 0,6P =  10 + 20
P = 30
 
Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu fungsi tersebut:
Q = 10 - 0,2(30)
Q = 10 - 6
Q = 4,

Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang (Q) =

Harga Keseimbangan

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.

D.Perubahan Keseimbangan Pasar

Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahaan di sisi permintaan dan atau penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan adalah harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal.



a. Jika harga berubah, terjadi kelebihan penawaran yang menyebabkan harga turun kembali ke Po. Titik keseimbangan tetap Eo.
b. Kurva penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.
c. Kurva permintaan bergeser ke kanan karena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1

PERUBAHAN HARGA KESEIMBANGAN

Faktor yang menyebabkan harga keseimbangan dapat berubah-ubah adalah pergeseran kurva permintaan dan kurva penawaran.

a. Pergeseran kurva permintaan
Harga keseimbangan di pasar pasti akan mengalami pe-rubahan karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi per-mintaan. Pada ke-adaan ini, ceteris paribus tidak berlaku. Perubahan kurva per-mintaan tersebut dapat dapat diuraikan sebagai berikut.
Pergeseran kurva permintaan ke kanan berarti adanya kenaikan jumlah barang yang diminta. Jika penawaran tidak berubah, maka akan mengakibatkan kenaikan harga dan kenaikan jumlah barang yang terjual/terbeli. Sebaliknya pergeseran kurva ke kiri berarti terjadi terjadi penurunan permintaan, sehingga harga barang akan mengalami penurunan

b. Pergeseran kurva penawaran
Pergeseran kurva ke kanan berarti terjadi ke-naikan jumlah barang yang ditawarkan. Jika permin-taan tetap, maka harga akan mengalami penu-runan. Sebaliknya perge-seran kurva penawaran ke kiri berarti terjadi penurunan jumlah penawaran barang, maka harga akan mengalami kenaikan.


 Keseimbangan Harga

Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen dan konsumen dipasar.
untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini :
  • Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan Qd = 10 - 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = -20 + 0,4Ps.
Jawab:
Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi
10 - 0,6Pd   = -20 + 0,4Ps
0,4P + 0,6P =  10 + 20
P = 30
 
Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu fungsi tersebut:
Q = 10 - 0,2(30)
Q = 10 - 6
Q = 4,
Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang (Q) = 4.


C. Harga Pasar
1. Pengertian Harga Pasar
Kalian telah mempelajari mengenai permintaan dan penawaran. Permintaan selalu berhubungan dengan pembeli, sedangkan penawaran berhubungan dengan penjual. Apabila antara penjual dan pembeli berinteraksi, maka terjadilah kegiatan jual beli. Pada saat terjadi kegiatan jual beli di pasar, antara penjual dan pembeli akan melakukan tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan harga. Pembeli selalu menginginkan harga yang murah, agar dengan uang yang dimilikinya dapat memperoleh barang yang banyak. Sebaliknya, penjual menginginkan harga tinggi, dengan harapan ia dapat memperoleh keuntungan yang banyak. Perbedaan itulah yang dapat menimbulkan tawar-menawar harga. Harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak disebut harga pasar. Pada harga tersebut jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta. Dengan demikian harga pasar disebut juga harga keseimbangan (ekuilibrium)
2. Terbentuknya Harga Pasar
Faktor terpenting dalam pembentukan harga adalah kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran akan berada dalam keseimbangan pada harga pasar jika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel 17.8 mengenai daftar permintaan dan penawaran buah jeruk.
Tabel 17.8 Daftar Permintaan dan Penawaran Jeruk
Pada tabel di atas, harga keseimbangan terjadi pada harga Rp5.250,00. Pada harga tersebut jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta yaitu sebesar 350 kg. Jumlah jeruk 350 kg disebut jumlah keseimbangan. Agar kalian lebih jelas memahami harga keseimbangan perhatikan grafik di bawah ini.
Pada kurva di atas, titik keseimbangan pasar terjadi pada titik E (ekuilibrium), di mana pada harga Rp5.250,00, jumlah barangbarang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan yaitu sebesar 350 kg. Harga sebesar Rp5.250,00 disebut harga keseimbangan, sedangkan jumlah jeruk 350 kg disebut sebagai jumlah keseimbangan. Apabila pada tingkat harga Rp6.000,00 penjual menawarkan jeruknya sebanyak 500 kg, sedangkan pembeli hanya membutuhkan jeruk sebanyak 200 kg, apa yang akan terjadi? Tentunya penjual akan terjadi kelebihan penawaran (surplus) sebanyak 300 kg jeruk (500 kg – 200 kg). Begitu juga pada tingkat harga Rp5.500,00 dan Rp5.750,00, penjual akan mengalami kelebihan jumlah jeruk yang dijual.
Berbeda halnya pada saat tingkat harga Rp4.500,00, jumlah jeruk yang ingin dibeli sebanyak 500 kg, namun penjual hanya menjual jeruknya sebanyak 200 kg. Dengan demikian permintaan sebanyak 300 kg jeruk tidak bisa terpenuhi oleh penjual. Apabila di pasar jumlah permintaan lebih banyak dari pada jumlah penawaran maka akan terjadi kelebihan permintaan atau disebut juga shortage. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses terbentuknya harga pasar jika terdapat hal-hal berikut ini.
a. Antara penjual dan pembeli terjadi tawar-menawar.
b. Adanya kesepakatan harga ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.



















Harga Keseimbangan

Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.

Perubahan Keseimbangan Pasar
Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahaan di sisi permintaan dan atau penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan adalah harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal.



a. Jika harga berubah, terjadi kelebihan penawaran yang menyebabkan harga turun kembali ke Po. Titik keseimbangan tetap Eo.
b. Kurva penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.
c. Kurva permintaan bergeser ke kanan karena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1.










PERUBAHAN HARGA KESEIMBANGAN

Faktor yang menyebabkan harga keseimbangan dapat berubah-ubah adalah pergeseran kurva permintaan dan kurva penawaran.

a. Pergeseran kurva permintaan
Harga keseimbangan di pasar pasti akan mengalami pe-rubahan karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi per-mintaan. Pada ke-adaan ini, ceteris paribus tidak berlaku. Perubahan kurva per-mintaan tersebut dapat dapat diuraikan sebagai berikut.
Pergeseran kurva permintaan ke kanan berarti adanya kenaikan jumlah barang yang diminta. Jika penawaran tidak berubah, maka akan mengakibatkan kenaikan harga dan kenaikan jumlah barang yang terjual/terbeli. Sebaliknya pergeseran kurva ke kiri berarti terjadi terjadi penurunan permintaan, sehingga harga barang akan mengalami penurunan

b. Pergeseran kurva penawaran
Pergeseran kurva ke kanan berarti terjadi ke-naikan jumlah barang yang ditawarkan. Jika permin-taan tetap, maka harga akan mengalami penu-runan. Sebaliknya perge-seran kurva penawaran ke kiri berarti terjadi penurunan jumlah penawaran barang, maka harga akan mengalami kenaikan.



















C. Keseimbangan Harga
Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen dan konsumen dipasar.
untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini :
  • Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan Qd = 10 - 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = -20 + 0,4Ps.
Jawab:
Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi
10 - 0,6Pd   = -20 + 0,4Ps
0,4P + 0,6P =  10 + 20
P = 30
 
Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu fungsi tersebut:
Q = 10 - 0,2(30)
Q = 10 - 6
Q = 4,
Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang (Q) = 4.